“Saat kau pergi, berlinanglah air mataku. Betapa singkat kurasakan, kebahagiaan itu, kini lenyaplah sudah. Ooh…”

Itu lagu lama, ya! Tapi sampai kini saya tak pernah tahu itu lirik cengeng punya siapa? Cuma, istri saya bilang bahwa itu lagunya vagetoz. Dan memang dari mulut istrilah syair-syair itu selalu mengalun tanpa ampun, sambil masak, sambil mandi, sambil tiduran, sambil…. Istri saya mungkin rela jadi groupie nya vagetoz.

Ketika mendengar lagunya dari pemutar media, saya langsung nebak bahwa ini adalah grup musik para banci! Waduh, bukan penghinaan ya, ini cuma tebakan. Dan istri saya marah setengah gila hingga dia berjanji mau menyeret saya ke meja hijau…

“Vagetoz itu grup para coverboy yang seribu kali lebih macho dari pada ‘anda’, tahu!” gerutunya.

Yak, yak! Saya maklum, dan inilah potret budaya populer zaman kini. Seni sudah absurd esensinya. Ada ritme seragam dan sudah cenderung klise untuk mendeskripsikan seni sekarang: spirit alternatif!

Saking alternatifnya, sekarang susah membedakan jenis kelamin sebuah seni, termasuk musik. Mana yang pop, mana rock, mana yang blues atau bahkan dangdut….bercampur-aduk tak karuan.

Inilah musik kontemporer! Main stream sekarang sudah gak zamannya lagi bung! Bukan saja format musiknya, lirik nya pun tak kalah alternatifnya! Tak heran, bila syair cengeng nan sendu diatas tadi mengalir lancar dari mulut orang bertampang gentlemen.

Upss, maaf! Saya sekarang bukan mau tampil sebagai seorang kritikus musik, saya menulis lirik diatas karena memang saya lagi merana…, hampir-hampir meneteskan air mata… tobbbaaat! Saya “kena batunya”.
Wanita yang dulu hampir setiap hari begitu nyinyir menyanyikan lagu vagetoz itu, di dapur, di kamar mandi, di kebun, di manapun…-kini berada jauh disana, tak ada lagi di sisi saya. Ah…syair vagetoz itu menghujam di ulu hati.

Saat-saat kebersamaan itu, yang telah begitu lama kami jalani, kini teramat singkat terasa. Ternyata apa yang pernah di ‘derita’ vagetoz itu kini saya rasakan juga.

Uh, jika begini, pantaskah saya ngefans sama Metallica, karena para Metallizer konon adalah orang-orang berhati baja?