Iseng-iseng, aku membuka-buka tabloid Pulsa, di sebuah konter langganan. Niatnya sih ingin mengetahui perkembangan harga ponsel terbaru. Ternyata malah asyik menelisik fitur-fitur terkini. Fitur-fitur ponsel memang semakin “menggila” saja.

Mengherankan juga, ukuran handphone semakin lama semakin menyusut, tetapi kapasitas dan fungsinya, semakin tak terbatas. Kita mesti angkat topi tinggi-tinggi untuk para pengembang teknologi ponsel, jerih payah mereka terbukti sungguh menakjubkan.

phonetekno

Tetapi, tak sedikit pula teknologi mereka ternyata hanya menjadi fitur sia-sia. Padahal tentunya, fitur-fitur tersebut adalah hasil eksperimen bertahun-tahun, dengan kucuran dana bermilyar-milyar dolar. Kenapa jadi sia-sia begitu? Ya embuh… Saya mah hanya tukang nyadap karet, atuh!

Tetapi fakta memang telah bicara, begitu banyak teknologi ponsel yang terbukti tak berguna.

Engkau pasti kenal yang namanya Push To Talk, hampir semua ponsel memiliki fitur tersebut. Jika saja fungsi itu bisa digunakan, tentu amat menyenangkan. Selain sebagai telepon, ponsel kita juga berfungsi seperti walkytalky. Nyatanya… hinga kini belum ada satu operator Indonesiapun yang merilis layanan PTT ini.

Pada beberapa smartphone, kita juga menemui satu fitur canggih yang sudah lama populer di kalangan internetters, VoIP, Voice on Internet Protocol, layanan panggilan melalui jaringan internet. Jika layanan ini bisa dinikmati, tentu akan menjadi solusi tepat bagi mahalnya tarif panggilan seluler di Indonesia (relatif, ya!).

Di Amerika dan beberapa negara maju, layanan ini menjadi fenomenal, dan di gadang-gadang akan bisa menyaingi layanan panggilan reguler.

Bagaimana di Indonesia? Naga-naganya tak akan lebih baik dari Push To Talk, operator seluler di Indonesia belum melirik layanan ini sebagai bisnis masa depan yang menjanjikan. Malah mungkin dianggap sebagai teknologi pesaing yang bakal membunuh bisnis utama mereka.

Satu contoh lagi, bagi anda pemilik Nokia terbaru, anda akan menemukan fungsi yang juga relatif baru dirilis Nokia, namanya Visual Radio. Dengan teknologi ini, sambil mendengar radio FM kesayangan, kita bisa mengakses beragam info seputar radio, profil penyiar, program siaran, dan lain-lain melalui layar handphone kita, tentu saja melalui akses gprs atau 3G.

Ini fitur canggih yang ditawarkan Nokia. Sebagai gambaran, misalnya seorang penyiar sebuah radio FM membawakan acara Top Ten musik, kita para pendengar bisa berinteraksi dengan penyiar itu melalui layanan Visual Radio ini, misal melihat foto sang penyiar, mengrim salam, mengirim komentar, mendownload lagu, mengisi poling, dll. Tentu stasiun radio ini harus juga mempunyai teknologi yang mendukung layanan ini. Konon, layanan ini baru bisa dinikmati di tiga tempat, Singapura, Helsinki dan India (Sumber = http://suarane.org

Bisa di bayangkan berapa besar biaya dikeluarkan oleh Nokia untuk terobosan ini, dan bisa pula diprediksi, bagaimana nasib fitur ini selanjutnya… paling-paling tak akan lebih baik dari fitur PTT. Apa sebab? Untuk bisa berinteraksi dg penyiar, bukankah ada sms dan mms yang lebih familiar? Untuk mendapatkan info seputar radio, bukankah bisa melalui wap? Yah, tak perlu lagi investasi besar untuk sekedar melihat profil dan berinteraksi dg sebuah stasiun radio.

Yah, ini di Indonesia, lho… Di luar negeri mungkin akan lain keadaanya. Operator-operator seluler di sana mungkin seribu kali lebih maju, mereka akan mampu menghandle semua teknologi baru yang di tawarkan para vendor.

Kita bicara Indonesia, bukankah para vendor itu memasarkan produk berdasarkan spesifikasi tertentu, karakteristik konsumen dan infrastruktur pendukung, termasuk kesiapan operator, mestinya menjadi bahan pertimbangan. Mengapa mereka masih saja menggelontorkan produk yang dijejali fitur-fitur tidak belum berguna ke Indonesia?

Bukan apa-apa, kita membeli ponsel bukan sekedar ponsel, tapi juga semua teknologi di dalamnya. Uang kita bukan untuk dihamburkan dengan membeli teknologi yang tidak dapat kita manfaatkan. Jadi, bukankah kita berhak protes pada mereka? *Kok protes, tak usah di beli produknya… Beres….*

Hehehe… tapi bukan berarti aku menolak perkembangan teknologi mutakhir, aku cuma… sayang sama duit… Mbok ya bikin fitur itu yang bermanfaat saja, getho…!!