Tiga bulan sejak online, blog “butut” ini masih saja muram dan sepi, minim pengunjung. Lihat saja blogstatnya, belum juga meraih digit “juta”, hahaha… mesti sabar dan lebih banyak berusaha.

Tetapi beberapa teman blogger sudah mulai rajin komentar, makasih ya😉. Semoga amal ibadahnya mendapat pahala dari yang maha kuasa …wwuuehehehe…

Banyak support yang cukup membesarkan hati, ada juga kritik yang…tentu membuat aku harus mulai berintrospeksi.

Kritik yang pertama, mungkin lebih di tujukan pada tampilan, bagaimanapun, “penampilan menunjukkan karakter”, aku sadar betul hal ini. Coba simak kritik seorang teman yang kuterima melalui email:

Pemilihan thema seperti ini (hitam, red) semakin membuat suram suasana. Mengingat kebanyakan artikel yg ditulis disini umumnya berupa kritik sosial, cendrung opposan, lebih mencitrakan suasana gurem, maka sebaiknya anda memilih tema yang sedikit banyak bisa mereduksi kesan seperti itu. Misalnya dengan memilih tema yang agak formal, berlatar putih dan cerah.

Anda juga sebaiknya menambah berbagai widget dan memasang banner-banner favorit. Kesan minimalis menurut saya kurang sesuai dengan karakter tulisan anda.

Hehehe, padahal aku sudah jatuh cinta pada thema hitam berlarik kuning. Tetapi mungkin ada benarnya juga kritik diatas tadi. Aku mencoba memilih thema ini, Sekarang. Bagaimana menurutmu? Masih tak sesuai dengan karakter tulisanku yang GUREM?

Simak juga komentar teman yg lain :

membaca postingan diatas, saya merasa ragu apakah anda benar seorang buruh penyadap karet? Saya orang Jambi, tahu betul kehidupan sosial ekonomi penyadap… Jangankan internet, apalagi ngeblog, beli beras aja susah.

Yah, jadi aku harus menulis bagaimana? Apakah gaya bahasa dan gagasan yang dikemukakan
tidak sesuai dengan karakter seorang buruh?

Tapi baiklah, bagaimanapun, itu membuatku sadar, siapa aku sebenarnya. Aku harus menjadi diriku sendiri, untuk kedepan, aku akan lebih mengeksplorasi kehidupanku sendiri… #dan dijamin, tak ada seorangpun yng bakal betah berlama-lama mengunjungi blog ini,# hehehe.

Tentu, akan sangat lucu jika aku menulis artikel tentang “tips jitu cara menjilat bos di kantor,” misalnya. Atau tentang “cara mengobrak-abrik onderdil komputer, hehehe… aku sama sekali tak berkompeten untuk itu.

Terakhir, ada satu komentar yang membuatku termenung.

Selamat, pak, ketika orang lain masih berkutat dengan piranti konvensional, anda sudah melangkah jauh mendahului mereka.

Percaya atau tidak, hp adalah teknologi masa depan. Dia akan menghandle semua aktivitas, termasuk blogging.

Hwwaddohh… ini komentar mengejek atau bagaimana ya? Terus terang aku bukan techno geek, bukan penggemar fanatik teknologi yg terapdet. Tak peduli apakah hp ini teknologi masa depan atau teknologi zaman batu, yang pasti inilah satu-satunya yang aku punya. Jika saja aku punya PC, semuanya mungkin akan menjadi lebih baik.

Mungkin terlalu cengeng ya, selalu mengeluh karena Ngeblog memakai hp, tapi aku memang benar-benar mengeluh, begitu banyak hal tidak bisa dilakukan oleh sebuah handphone. Jika kamu punya PC atau laptop, ngapain repot-repot ngeblog memakai hp?

Apa benar suatu saat nanti hp akan mengambil alih semua fungsi piranti yang populer saat ini? Ambo indak tahu!

Kita jadi ingat tentang wacana matinya media cetak oleh kehadiran portal berita online, atau terbunuhnya radio oleh media audio visual, apakah benar-benar mati dan terbunuh? Rasanya belum yah, masih banyak orang yang butuh koran dan radio.

Tentang handphone, aku juga ingat obrolanku dengan seorang pemilik konter (toko hp). Dia bercerita bahwa dulunya dia adalah seorang pengusaha wartel, tetapi bangkrut karena kehadiran handphone yang membanjir.

“Kenapa malah banting setir jadi penjual HP ?” tanyaku heran,”bukannya memanfaatkan asset yang ada untuk usaha yang lebih berprospek cerah, warnet misalnya?”

“Hah, warnet… tahukah kau, benda kecil mulus yang terpajang manis di etalase itu bisa menghancurkan apa saja, radio, tipi, tape, bahkan komputer… seperti wartel, warnet juga akan tumbang oleh handphone…”

Mungkin pemilik konter itu terlalu mengada-ada, mungkin ada juga benarnya, kita tunggu saja. #weleh..,kok postingannya ngelantur kemana-mana?🙂 #

Kembali ke soal blog butut ini lagi, aku percaya teman-teman memberi kritik bukan sekedar kritik, tapi agar blogku bisa menjadi lebih baik, semakin baik, terima kasih, terima kasih!

Adyaswara.