Pesan moral dari postinganku yang berjudul Fitur Ebook Reader Di Ponsel Cina adalah teliti sebelum membeli. Kita sering lengah terutama bila berhadapan dengan produk yang telah di cap ‘baik’. Imej tidak menjamin sebuah produk berkualitas baik.

Yang parah, bila kurang teliti kita akan mendapatkan produk yang spesifikasi-nya tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Pengalaman ini menimpa seorang teman. Dia membeli Samsung D900, dengan pertimbangan sebagai berikut :

  • Samsung adalah merk yang telah dinisbahkan sebagai ponsel yang mengutamakan privasi, jago dalam soal personalitas. Kelebihan Samsung seperti ketajaman/kejernihan layar, user interface menawan, kualitas musik via headset yang oke, semakin mengokohkan imej itu. Kebetulan temanku punya sifat agak tertutup dan menyukai suasana privet.
  • Samsung D900, seperti banyak di tulis di tabloid hp dan di situs-situs spesifikasi, memiliki fasilitas PDF Reader. Temanku adalah penggemar dan pengggila ebook.
  • Layar yang lebar, asyik untuk membaca, kamera 3 mpx, harga murah bila di banding ponsel lain yang sekelas, adalah pertimbangan lain.

Maka temanku memutuskan membeli hp itu segera. Apa yang terjadi? Dia kecewa berat karena ternyata ponsel ini sama sekali tak punya kemampuan membaca ebook. Kelebihan-kelebihan lain seperti amblas oleh kekecewaan yang satu ini.

Memang mengherankan, mengingat hampir semua tabloid menyebut fitur Doc.viewer, termasuk pdf sebagai fitur D900. Di sinilah perlu ketelitian seperti yang aku maksud di atas.

Sebenarnya jika kita mau mencari sedikit informasi, banyak forum-forum diskusi handphone yang menyebut keanehan D900. Banyak orang kecewa karena memang ternyata ponsel ini tak bisa membaca file dokumen.

Di situs resmi Samsung, D900 memang tak memiliki fitur doc.viewer ini, jadi kesalahfahaman ini tentu bukan tanggung jawab mereka.

Yang jelas, temanku sudah terlanjur kecewa,… gimana, dong?