Dunia berada di telapak tangan anda, sebuah slogan yang bukan omong kosong belaka. Sekarang apapun bisa dilakukan oleh sebuah handset. Termasuk aktivitas paling populer saat ini, blogging.

Kamu pasti kenal I-phone atau blackberry, handset-handset yang tentu memiliki fitur lengkap untuk memanjakan blogger. Ngeblog bisa dilakukan kapan saja dimana saja.

Bagi kamu yang punya budget cukup, membeli I-phone dan blackberry adalah pilihan yang baik. Tapi bagiku, Nokia 6300 sudah lumayan, cukup ideal malah. Handphone stylish ini cukup mendukung aktivitas blogger. Dengan dukungan aplikasi web browser Operamini, kita bisa melakukan signup, memilih tema, memilih widget, melakukan settingan lain, dan tentu mempublish posting.

Ada beberapa
kelebihan ponsel ini di banding ponsel lain, di antaranya adalah :

  • Desain yang tipis dan mantap, tekstur keypad yang rapi dan apik, membuat nyaman untuk mengetik, tangan tidak cepat pegal. Bandingkan dengan handphone yang lebih bongsor, menulis 3000 karakter saja akan merupakan siksaan berat, bisa-bisa telapak tangan keram, jempol membengkak, hehehe.
  • Layar Nokia 6300 lumayan lebar, dengan resolusi 240*320 cukup memanjakan mata. Ponsel ini mampu memancarkan 16 juta warna. Bagi seorang blogger yang aktif, kualitas layar adalah mutlak, kecuali kalau kamu ingin cepat rabun.
  • Dengan Nokia 6300 kita bisa menuangkan gagasan dengan leluasa, pasalnya ponsel ini memberikan ruang cukup lapang untuk pengetikan, sekitar 5000 karakter. Memang tidak besar, tapi mengingat ini adalah aktivitas mobile, kurasa sudah amat cukup. Coba bandingkan dengan kebanyakan ponsel Sonyericsson yang hanya mampu menulis beberapa ratus karakter saja.
  • Ponsel ini memiliki kemampuan copy paste. Tentu ini amat membantu blogger, salah satunya adalah ketika mengetik kode-kode html. Lagi-lagi kita bandingkan dengan kebanyakan Sonyericsson yang memang tak mempunyai fitur salin tempel.
  • Fitur prediksi T9 versi Bahasa Indonesia yang dimilikinya amat sangat membantu pengetikan. Jika kita sudah terbiasa, mengetik akan tiga kali lebih cepat dibanding dengan cara konvensional. Terpaksa aku membandingkannya kembali dengan Sonyericsson, sebab kebanyakan ponsel Jepang ini tak memiliki fasilitas T9.
  • Nokia 6300, berflatform java. Dalam hal keamanan ponsel ini tentu jauh lebih aman ketimbang ponsel bersistem operasi. Jika kita bisa melakukan sesuatu dengan hasil yang relatif sama tetapi dengan lebih sedikit resiko, tentu kita akan lebih memilihnya. Apalagi sekarang beragam aplikasi java terus bermunculan dari beragam vendor memperkaya kemampuan ponsel java. Boleh dikata, java tak akan ketinggalan di banding smartphone.
  • Nokia 6300, sekarang tidak lagi bertengger di tataran mid-end, harganya terus turun. Meski popularitasnya tak pernah pudar, ponsel ini semakin terjangkau.

Kelebihan-kelebihan lain secara umum, seperti kualitas media player, java 3D machine yang mempuni, kamera jernih, konektivitas yang oke, dan lain-lain, tidak perlu di bahas, ya! *nah, nokia, honornya, dong! sudah ku iklanin, nih!*

Ideal bukan berarti sempurna, tentu ada kekurangan-kekurangan yang mesti di pertimbangkan, diantaranya :

  • Baterenya boros minta ampun. Mungkin karena layarnya yang amat terang dengan pancaran 16 juta warnanya.
  • Cover belakang berupa material logam (stainless steel) jika lama digunakan akan terasa hangat, ini membuat telapak tangan cepat berkeringat ketika mengetik.
  • Nokia 6300 tidak memiliki pengaturan kecerahan layar, dalam keadaan tertentu kadang kita butuh pengaturan ini.
  • Tidak memiliki mode minimize saat menjalankan aplikasi. Bayangkan ketika sedang mengetik postingan tiba-tiba ada sms masuk, kita terpaksa harus keluar browser, kecuali kita cukup tahan dengan lampu led yang terus berkedip di samping. Ini juga menyusahkan kita jika hendak merubah track mp3, misalnya. Nokia 6300 tidak memiliki tombol shortcut apapun.
  • Seandainya Nokia mau berbaik hati menyematkan aplikasi office (word dan excel) ke ponsel-ponsel javanya, NGEBLOG PAKE HP akan lebih menyenangkan.

Oke, telapak tanganku sudah keringatan nih. Yang pasti semua kembali pada kata selera, ini soal selera, bung! Satu yang penting, apapun handset atau piranti kita, ‘selalu semangat untuk ngeblog, oke?!!’