Ebook Asongan, pernahkah kau mendengar atau membaca frasa itu? Tidak? baiklah aku akan mendaftarkannya ke dirjen hak cipta dan mempatenkannya. Jadi jika suatu saat kau ingin menggunakan dua kata itu, kau harus membeli lisensinya lebih dulu dariku….hua…ha…ha…ha, intermezo.

Betewe, cerita mengenai dari mana riwayat atau asal-usul ebook asongan itu, bisa sangat panjang dan ngelantur tak tentu ujung pangkal. Kamu pasti bosan mendengarnya.

Tidak? Oh, kalau tidak baiklah aku akan menceritakanya. Mudah-mudahan aku bisa mempersingkat ceritanya.

Krisis global, *lho krisis global lagi?* dan kampanye pemilu semakin membuat kehidupanku tambah seret….*apa hubungan pemilu sama kehidupan seret?* penghasilanku terus melorot, seperti kolor kondor punyaku yang kian hari kian longgar (pinggangku mengecil). Anak istriku lebih banyak tampil manyun ketimbang anggun, maklum…banyak menahan selera/keinginan.

Aktifitas ngeblog makin tersendat. Gagasan-gagasan mampet di kepala tanpa sarana penyaluran memadai. Pulsa sudah menjadi barang teramat mewah kini. Bagaimanapun, perut lebih penting ketimbang internet. Aku telah benar-benar keok.

Di saat-saat seperti ini, selalu timbul pikiran-pikiran ngawur yang tak masuk akal. Contohnya, tiba-tiba saja aku muak melihat istri, jengkel kepada anak. Timbul niat untuk mengirim mereka kembali ke ‘pabrik’…. *emang motor, dikembalikan ke dealer?* Timbul pula niat tak senonoh untuk mencoba melakukan pencurian, bahkan perampokan, kadang juga timbul keinginan untuk bunuh diri atau membunuhi orang, uh….sereeem!

Untung itu cuma imajinasi-imajinasi kecil yang, meski cukup liar, tentu aku masih bisa mengatasinya. Pikiran ngelantur lain yang sering mampir, bagaimana seandainya aku jadi pengemis saja….? huhuhu, akalku sudah banyak tercemar.

“pekerjaanku sekarang sudah tidak memadai, penghasilan empat ratus ribu sebulan aku tahu itu tak cukup bahkan sekedar untuk dapur, aku tak tahu harus bagaimana”, aku memelas kepada istri.

“Mengapa kamu tidak manfaatkan kebisaanmu itu?”

“Aku bisa apa?”

“Kamu kan blogger, kamu bilang blogger itu selalu mencari dan mengolah gagasan, gagasan baru dan orisinil, tentu!”

“Gagasanku sekarang? Bagaimana jika sekarang aku ngemis saja di jalanan…?”, istriku tak menganggap lucu leluconku. Ia meninggalkanku yang diam termangu.

Kesal dan bosan, aku mengeluarkan Nokia dari kantung celana. Berapa lama lagi si cantik ini akan tetap kupertahankan? Setiap bertemu konter, hasratku untuk menjual, amat sangat besar.

Aku membuka folder aplikasi dan memilih satu judul ebook. Aku mulai membaca. Inilah satu-satunya aktivitas yang bisa menghibur kegalauanku.

Ebook, ya…ebook. Sesuatu tiba-tiba terlintas di kepala. Aku amat membutuhkan ebook, karena untuk beli versi cetak, aku mesti mikir sejuta kali. Dan, mungkinkah orang lain juga butuh ebook? Apakah semua orang sudah tahu bahwa handphone bisa menjadi sarana untuk membaca ebook?

Yiiihaaa…ini mungkin yang di maksud oleh istriku sebagai ide orisinil. Aku akan menjual ebook, untuk bisa di baca di handphone…

“Bagaimana caranya?” istriku bertanya.

“Aku akan menjualnya door to door, dari orang ke orang. Aku akan jadi tukang asongan, hehehe, asongan ebook. Semua orang punya handphone…”

“Tapi tidak semua orang suka membaca.”

“Orang tak hobi membaca karena menganggap membaca adalah aktivitas berat yang merepotkan. Membawa buku tebal memang menyusahkan. Tapi jika mereka ditawari untuk membaca sesuatu dengan ‘fun’, kuyakin banyak orang akan menyukai bacaan. Membaca buku di handphone tentu suatu pengalaman baru yang menyenangkan. “, ceramahku panjang lebar.

Begitulah, dalam keadaan kepepet, selalu muncul ide aneh yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Itulah asal mula Ebook Asongan. Ide ngawur dari seorang yang hampir kelaparan. Bagaimana pelaksanaan ide tersebut? Perlu merancangnya hingga berhari-hari. Apa alat dan bagaimana caranya? Orang kepepet selalu mencari jalan, aku menemukan satu cara murah dan mudah untuk memulai menjual ebook secara asongan. Mudah-mudahan aku bisa mempostingnya suatu hari nanti. Satu hal yang masih jadi beban pikiran adalah mengenai isu HAKI, bagaimana jika tiba-tiba seseorang usil dan melaporan aku ke polisi? Skenario terburuk, aku akan masuk bui. Skenario yang lain, aku cuma di takut-takuti, uangku di kuras, handphoneku disita, dan….celakalah dunia!