“Mas, mau ngirim foto ke hp temen gimana caranya ya?”, tanya seorang pelanggan pada seorang pemilik konter. Aku sedang menggosok voucher im3ku, hari gini gak tau cara kirim mms…pikirku usil.

“Pake blutut aja bro, ato inframerah, gampang kok!”

“wah, temen aku di luar kota mas!”

“Nggak bisa, bro! Blutut paling-paling sepuluh meter…” nah lo, nggak nyambung kayaknya neh orang konter.

“Maksudnya mms kali, mas!” kataku nimbrung.

“Wah kalo itu aku nggak tau…” kata orang konter itu sambil melengos, aku garuk-garuk kepala heran, pemilik konter gak tau mms? Weh…

Si pelanggan nampak bingung, “aku perlu banget nih, gimana ya?”

“Gprs dan mmsnya sudah aktif belum?” tanyaku coba membantu.

“Gprs apaan?” aku kembali menggaruk, kali ini kuping.

“Ya kalo mau kirim mms, harus aktifin dulu mms gprsnya…”

“Caranya gimana, mas?”

“HP kamu merk apa?”
Diapun mengeluarkan hpnya. Bujubuneng… Aku melotot kaget, N95…masih mulus berkilau.

“N95…?”

“Ya!”

“Kamu beli hp n95 dan kamu tak tahu apa itu gprs?” orang itu menggeleng, dan aku pun menggeleng, sama-sama bingung. N95… Apapun bisa dilakukan dg smartphone secanggih itu, dan dia si pemilik hp canggih itu tak tahu mms dan gprs…? Ah, ironis…
Aku mengeluarkan hpku, harganya cuma lima ratus ribuan, tapi hp ini adalah jendela dunia bagiku, aku bisa menyimpan ribuan buku dan artikel di hp murah ini, aku bisa mengetahui apapun yang ingin kuketahui, aku bisa mencari apapun yang ingin kucari, aku bisa…, aku bisa.., aku bisa… Yah hpku cuma limaratus ribuan, dan seandainya hpku n95? mungkin aku bisa menggenggam dunia… Ck…ck…ck

“N95 ini, ” kataku sedramatis mungkin, “sama canggihnya dengan komputer..-apapun bisa dilakukannya, kirim foto,video, internet…”

Orang itu melongo, nampak makin penasaran. Aku mencoba memegang n95 itu, membelainya, mengusap-usapnya, dan membuka halaman menunya.

“Nah, kalau punyaku, bisa secanggih komputer, nggak?” tiba-tiba si pemilik konter menyorongkan hpnya, tebal dan panjang. Aku terjengkang, aku tahu benar itu adalah Nokia 9500 communicator…

*pengalamanku setahun lalu,-dengan sedikit narasi tambahan, ketika itu disini baru mulai booming hp, konter hp bermunculan bagai jamur di musim hujan, hanya sedikit yang benar-benar konter…*